AI-Powered Screening

Screening Telinga
Cerdas & Akurat

Upload foto otoskopi, dapatkan klasifikasi AI dalam hitungan detik. Triase berbasis urgency untuk keputusan rujukan yang lebih cepat dan konsisten.

0
Klasifikasi
0
Waktu Analisis
0
Target Akurasi
AI Screening Model Ready

Drag & drop gambar, atau klik untuk pilih

Format: JPG, PNG — Maks 10MB

Preview otoscopy image
Membaca gambar...
Preprocessing citra...
Menjalankan model AI...
Menentukan klasifikasi...
Analisis Gambar ⚡ Cepat
Klasifikasi cepat berbasis pola citra — indikasi awal, bukan diagnosis. Selalu dikonfirmasi oleh interpretasi klinis di bawah.
Alat Bantu, Bukan Diagnosis Final

OtoskopiAI adalah alat bantu skrining AI yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan klinis oleh tenaga kesehatan profesional, BUKAN untuk diagnosis final. Semua rekomendasi rujukan memerlukan review dan persetujuan klinis oleh tenaga kesehatan. Alat ini tidak menggantikan penilaian spesialis.


Tiga Langkah Sederhana

Dari upload gambar hingga rekomendasi rujukan — semua dalam hitungan detik.

1

Upload Foto

Ambil foto dari otoskop atau upload gambar existing. Sistem menerima JPG dan PNG.

2

AI Klasifikasi

Model AI menganalisis gambar dan mengklasifikasikan ke Normal, Cerumen, atau Perforasi.

3

Urgency & Rujukan

Sistem menentukan tingkat urgensi dan menyiapkan formulir rujukan otomatis ke dokter THT.


Color-Coded Urgency

Setiap hasil klasifikasi dipetakan ke tingkat urgensi dengan action spesifik.

Self Care

Normal

Membran timpani normal. Tidak memerlukan rujukan — edukasi kebersihan telinga dan hindari penggunaan cotton bud.

Perawatan Mandiri

GP within 3 days

Cerumen Impaksi

Serumen menutupi membran timpani. Konsultasi ke dokter umum atau puskesmas dalam 3 hari untuk pembersihan serumen.

Dokter Umum / Puskesmas

ENT Referral

Perforasi Membran

Perforasi membran timpani terdeteksi. Rujuk ke dokter spesialis THT untuk evaluasi dan tatalaksana — jaga telinga tetap kering.

Rujuk Dokter THT

Emergency

Tanda Bahaya Aktif

Paralisis wajah, vertigo, sakit kepala hebat, atau penurunan kesadaran. Komplikasi intrakranial harus disingkirkan segera.

Rujuk THT SEGERA

Dibangun untuk Klinik

Fitur yang dirancang khusus untuk tenaga kesehatan di fasilitas primer.

Inference Cepat

Hasil klasifikasi dalam 2-3 detik. Tidak perlu GPU — berjalan ringan di server standar.

Confidence Score

Setiap prediksi dilengkapi confidence score untuk transparansi keputusan klinis.

Explainable AI

Penjelasan transparan: analisis gambar, korelasi klinis, dan panduan berdasarkan PNPK OMSK 2018.

Responsive

Berfungsi di desktop dan tablet klinik. Interface bersih untuk tenaga non-teknis.

Privasi Pasien

Klasifikasi citra diproses self-hosted di server sendiri & tidak disimpan permanen. Untuk interpretasi klinis, citra dikirim ke API Claude (Anthropic).

Open Source

Kode sumber terbuka di GitHub untuk review, kontribusi, dan transparansi metodologi AI.


Mengapa OtoskopiAI?

Menjembatani kesenjangan akses spesialis THT di fasilitas kesehatan primer Indonesia.

Masalah yang Nyata

Indonesia memiliki lebih dari 10.000 klinik pratama yang beroperasi setiap hari. Sebagian besar klinik ini — khususnya di daerah non-metropolitan — tidak memiliki dokter spesialis THT. Kondisi telinga seperti serumen impaksi dan perforasi membran timpani merupakan keluhan yang sangat umum, namun penanganannya memerlukan keahlian interpretasi otoskopi yang tidak dimiliki sebagian besar tenaga kesehatan di klinik primer.

287,9 Juta
Penduduk Indonesia (2026)
BPS / Worldometer
1.827
Dokter Spesialis THT-BKL
PERHATI-KL
1 : 157.000
Rasio dokter THT : Penduduk
PERHATI-KL
3,9%
Prevalensi OMSK di Indonesia
Riskesdas / Studi Multisenter
297 Juta
Penderita OMSK di seluruh dunia
WHO / J. Epidemiol. Global Health 2025
184 Juta
Gangguan pendengaran akibat OMSK
WHO / Springer Nature 2025

Dampak yang Dikhawatirkan

Perforasi membran timpani adalah kondisi darurat yang sering terlewatkan sebagai kasus rutin. Keterlambatan penanganan berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen, kolesteatoma, atau komplikasi intrakranial. Sementara itu, keputusan rujukan bergantung sepenuhnya pada individu — tidak ada standarisasi, kasus gawat tidak diprioritaskan, dan antrian di poli THT tidak terkelola dengan baik.

Solusi yang Kami Bangun

OtoskopiAI hadir sebagai alat bantu skrining untuk membantu tenaga kesehatan membuat keputusan triase yang lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih aman. Sistem ini mengklasifikasikan citra otoskopi dan secara otomatis menentukan tingkat urgensi — dari kasus ringan yang cukup diedukasi, hingga kasus darurat yang perlu dirujuk segera ke dokter spesialis THT.

Platform ini menjawab kebutuhan nyata ribuan klinik di Indonesia yang beroperasi tanpa spesialis THT — membantu tenaga kesehatan membuat keputusan triase yang lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih aman.

Dengan satu foto otoskopi dan beberapa detik, perawat di klinik terpencil bisa mendapatkan second opinion berbasis AI dan formulir rujukan yang siap dikirim ke dokter THT terdekat.

YS
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med
Dokter Spesialis THT-BKL, Konsultan Alergi Imunologi — Founder Medinovatech

Siap Mulai Screening?

Upload gambar otoskopi pertama Anda dan lihat hasilnya dalam hitungan detik.

Mulai Screening

Disclaimer Klinis

Alat Bantu, Bukan Diagnosis Final

OtoskopiAI adalah alat bantu skrining AI yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan klinis oleh tenaga kesehatan profesional, BUKAN untuk diagnosis final. Semua rekomendasi rujukan memerlukan review dan persetujuan klinis oleh tenaga kesehatan. Alat ini tidak menggantikan penilaian spesialis.

Human-in-the-Loop System

Meskipun AI dapat mengklasifikasi gambar, implementasi klinik tetap menempatkan manusia di pusat pengambilan keputusan:

  • Perawat/dokter tetap menyetujui atau meng-override rekomendasi AI
  • Confidence score < 70% memicu eskalasi otomatis untuk review manual
  • Sistem dua tier: AI suggests → Clinician approves